Sejatinya hidup adalah pilihan, apakah akan bekerja
pada pemerintah, orang lain, maupun usaha sendiri. Masing-masing alasan yang
menyertainya tidak bisa disalahkan. Namun kalau boleh mengurai sedikit alasan
mengapa perlu jadi pengusaha, maka inilah alasannya:
- Ada seni tersendiri
Saat kita bekerja ikut orang lain,
maka jobdesk kita sudah ditentutakan
atau diatur, tetapi saat kita usaha sendiri kitalah yang menentukan jobdesk kita sendiri, bahkan arah gerak
usaha mau bagaimana sangat tergantung kelihaian kita membaca situasi. Tentu akan saja ada kendala ataupun
hambatan dalam berusaha. Namun disinilah seninya. Upaya kita menghadapi
berbagai kendala itu untuk terus melaju akan menghasilkan cerita yang indah
kelak. Seperti banyak cerita sukses pengusaha yang lantas menuliskan autobiografinya.
- Dapat memaksimalkan keuntungan
Saat kita bekerja ikut orang tentu
pendapatan kita sesuai dengan kesepakatan kita di awal bekerja yang dikenal
dengan gaji. Ketika perusahaan meraih untung luar biasa, tetap saja yang kita
peroleh berupa gaji. Kalau soal bonus itu mungkin, tapi lebih baik tidak
terlalu berharap untuk sesuatu yang bersifat sukarela perusahaan.
Sementara jika kita membuka usaha
sendiri, saat usaha kita laris atau ramai, tentu keuntungan yang kita dapatkan
juga meningkat mengikuti sejauh mana larisnya usaha kita. Namun jika merugi,
bisa menjadi sangat merugi, apalagi masih harus tetap menggaji karyawan yang
ikut kita. Namun itulah resikonya. Bekerja pada orang pun saat perusahannya
merugi, bayang-bayang akan PHK juga mengintai.
- Menyiapkan pekerjaan anak kita kelak
Kelak persaingan kerja di masa depan
akan menjadi lebih ketat. Apalagi situasi ekonomi negara yang semakin tidak
jelas akan berdampak sangat pada sektor usaha dan penyerapan tenaga kerja.
Belum lagi jika tenaga kerja asing dengan skill
menengah turut didatangkan seperti isu yang saat ini beredar, semakin sempit
saja peluang kerja.
Rasanya tak ada orang tua yang
menginginkan anaknya kelak kesusahan bekerja. Meskipun ini terdengar seperti
nada pesimis pasalnya siapa tahu anak kita kelak punya kemampuan di atas
rata-rata yang justru sangat mudah memilih pekerjaan. Ibarat pepatah, sedia
payung sebelum hujan jauh lebih baik daripada mencari payung saat sudah hujan. Cukuplah
orang tuanya yang susah payah merintis usaha, jatuh bangun menghadapi beragam
kendala. Biarkan anak kita nanti punya banyak pilihan. Memilih bekerja sesuai
minatnya, memilih bekerja sesuai perusahaan / instansi yang menerimanya,
memilih melanjutkan usaha orang tuanya, atau memilih merintis usaha baru yang
sesuai minatnya. Poin pentingnya adalah kelak kita tak membiarkan anak kita
begitu mengemis terhadap pekerjaan.
Kiranya itulah segelintir alasan mengapa perlu jadi
pengusaha. Mungkin akan ada alasan-alasan lain yang menyertai, tapi setidaknya
tiga alasan di atas merupakan sokogurunya.
Hahaha... Sudah minat sekarang berusaha? Ayolah... Kita hanya tahu jalan di depan
rusak saat kita telah berjalan, bukan saat kita masih berdiam diri. Toh
kalaupun jalan itu rusak, kita masih punya banyak cara untuk bisa melewatinya
bukan?!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar